Posted by zulqarnain on 5 Juli 2010

Berbicara mengenai sebuah operating sytem tidak jauh dari struktur direktori di dalamnya yang memiliki fungsi & peranan masing-masing untuk menunjang berjalannya kebutuhan dari kinerja operating system tersebut. Ada baiknya kita langsung meninjau & menjabarkan peranan masing-masing dari hirarki file system yang tentunya ada pada operating system Linux, langsung di simak :
# / (root)
Direktori ini terletak pada level teratas dari struktur direktori Linux. Direktori root diberi tanda / atau slash. Direktori ini biasanya hanya terdiri dari direktori-direktori lainnya yang terletak pada level dibawah level direktori root, berfungsi untuk menjembatani atau mengakses semua direktori di dalamnya guna mengkustomisasi dari Operating system dimana user/admin yang memilik akses/privilage yang dapat mengaturnya.
# /bin
Direktori ini berisi program-program yang esensial agar sistem operasi dapat bekerja dengan benar. Dalam direktori ini dapat ditemukan perintah-perintah navigasi, program-program shell, perintah pencarian. Bin adalah singkatan dari kata binary. Di Linux sebuah binary adalah file yang dapat dieksekusi (executable).
Sebagian besar dari perintah dalam UNIX merupakan binary, perintah-perintah tersebut merupakan program-program kecil yang dapat dieksekusi oleh pengguna.
Ada beberapa perintah yang disebut perintah built-in dimana fungsi tersebut dikendalikan oleh program shell, sehingga mereka tidak beroperasi sebagai binary yang terpisah.
Terkadang direktori bin terhubung ke direktori lain yang dinamakan /usr/bin. Direktori /usr/bin biasanya adalah lokasi sebenarnya dari binary-binary pengguna disimpan.Dalam hal ini, /bin adalah gerbang untuk mencapai /usr/bin.
# /dev
Direktori ini berisi berkas-berkas alat (file devices) atau alat I/O. Sistem Linux menganggap semuanya sebagai file (berkas). Monitor, CD-ROM, printer dianggap hanya sebagai sebuah file oleh sistem operasi. Jika Linux memerlukan perangkat-perangkat tersebut maka Linux akan mencarinya ke direktori dev.
baca artikel lebih lanjut….. »
Posted by zulqarnain on 30 Juni 2010

Sebelum lebih jauh dalam mengkonfigurasi NTP di Linux ada baiknya kita sedikit lebih tahu tentang NTP. Kepanjangan dari NTP tersebut adalah Network Time Protocol dimana fungsinya sebagai mensinkronkan waktu yang saling berkorelasi antar sebuah client atau host di dalam lingkup jaringan baik bersifat internal maupun eksternal. Kegunaan NTP sendiri sebenarnya di khususkan bagi mereka yang sangat sarat sekali akan pentingnya sebuah pengaturan waktu secara terpusat untuk beberapa kepentingan seperti dalam akurasi pengiriman data antar server-client bilamana timing antar keduanya tidak sinkron atau tidak sama bisa menyebabkan keterlambatan dalam merespone data / delay yang mengganggu kinerja apalagi tingkat selisih timingnya jauh sekali.
Berikut saya terapkan beberapa konfigurasi yang saya lakukan di dalam mesin Ubuntu saya :
1. Install terlebih dahulu aplikasi NTP services.
# apt-get install ntp
# apt-get install ntpdate
2. Sinkronkan pengaturan waktunya ke arah host atau server timenya dalam hal ini saya mengarahkan ke Server utama saya yang bisa berformat ip address atau alamat host servernya langsung. Begini settingannya :
#nano /etc/ntp.conf
=================================================================================
baca artikel lebih lanjut….. »
Posted by zulqarnain on 29 Juni 2010

Kali ini saya ingin membahas instalasi sebuah aplikasi yang diperuntukan untuk memonitoring sebuah host/client dalam lingkup jaringan, baik yang bersifat internal maupunt eksternal (intranet/internet). Aplikasi ini bernama Nagios walaupun sebenarnya banyak sekali software yang bersifat open source yang bisa dijadikan untuk memonitoring sebuah host/client semisal cacti, MRTG & masih banyak lagi yang tentunya bisa anda searching di paman Google.
Berikut settingan dari Nagios di keluarga UNIX :
1. Pastikan anda download dulu source nya di sini. Setelah itu kita buat permission & create direktori untuk menaruh file nagios di sini saya menaruh nagios source pada direktori /usr/local/src/, tidak harus dalam folder tersebut bisa dimana saja karena kebutuhannya hanya untuk kompilasi saja dan tidak lebih atau spesifik :
# pw groupadd nagios
#pw adduser nagios -g nagios -s /nologin -d /dev/null
#mkdir /usr/local/nagios
#chown -R nagios:nagios /usr/local/nagios
2. Sementara itu kita perlu tau juga user dan group yang menjalankan daemon httpd di server kita. Biasanya sudah ada di dalam file httpd.conf. User dan group yang menjalankan httpd di server saya adalah www. Lalu kita jalankan perintah ini:
# pw groupadd nagshell
# pw groupmod nagshell www
# pw groupmod nagshell nagios
3. Setelah anda berhasil mendownloadnya, jangan lupa untuk mengekstraknya terlebih dahulu.
# cd /usr/local/src
#tar -zxvf nagios-3.2.1.tar.gz
4. Masuk ke dalam folder ekstrak file terbal tersebut.
#cd nagios-3.2.1
baca artikel lebih lanjut….. »
Posted by zulqarnain on 17 April 2010

Lagi-lagi seorang newbie mencoba meluncurkan sebuah artikel yang tergolong dasar menurut saya
. Kali ini saya mencoba membahas bagaimana memformat sebuah eksternal drive ex : USB Flash disk, CF Card, SD card, MMC or semisalnya. Untuk kemudian dilakukan proses burning image yang bertujuan untuk menjadikan sebuah media eksternal drive sebagai booting OS (trend saat ini untuk menginstall OS dengan media eksternal) Baiklah tanpa berbasa-basi lagi langsung ke TKP.
1. Persiapan untuk media eksternal drive.
2. Buka terminal command anda.
3. Lihat posisi partisi drive anda dengan mengetikkan :
root@zulqarnain-netbook:~# fdisk -l
Disk /dev/sda: 160.0 GB, 160041885696 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 19457 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
Disk identifier: 0x47a40ff1
Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sda1 * 1 8924 71681998+ 7 HPFS/NTFS
/dev/sda2 8925 19457 84606322+ f W95 Ext’d (LBA)
/dev/sda5 8925 17909 72171981 7 HPFS/NTFS
/dev/sda6 17910 19386 11863971 83 Linux
/dev/sda7 19387 19457 570276 82 Linux swap / Solaris
Disk /dev/sdc: 2012 MB, 2012217344 bytes
62 heads, 62 sectors/track, 1022 cylinders
Units = cylinders of 3844 * 512 = 1968128 bytes
Disk identifier: 0x000054ec
Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sdc1 * 1 1022 1964253 b W95 FAT32
root@zulqarnain-netbook:~#
baca artikel lebih lanjut….. »