subscribe to the RSS Feed

Friday, September 10, 2010

Mengenal si Pinguin

Posted by zulqarnain on 29 Agustus 2010

Sekedar berbagi kawan, sudah bertahun-tahun semenjak saya menimba ilmu di bangku kuliah tepatnya tahun 2005 kala itu saya mulai bergabung dengan teman-teman di komunitas tidak lain tidak bukan ialah KPLI (Komunitas Pengguna Linux Indonesia) untuk kawasan Samarinda dimana saya pada waktu itu mencoba menyelami & berkenalan dengan si pinguin lebih dalam. Tapi pinguin yang saya ceritakan di sini bukan Pinguin yang hidup di daerah yang dingin & ber-es seperti di kutub lho…, tapi ini adalah sebuah simbol untuk sebuah operating sytem yang terkenal dengan perangkat lunak terbuka bebas untuk dikembangkan atau di pakai tanpa membebani sang pemakai (baca : user) untuk membayarnya. Apa saja sih yang membuat menarik dari si Pinguin ini, baiklah langsung saja kita coba kupas apa saja sih keunikkan & daya tarik si pinguin ini sehingga saya dibuatnya terlena untuk memakainya :

1. Sudah bareng tentu si pinguin dengan operating system Linux ini bersifat GNU/GPL (General License Public) bisa dikatakan berlisensi publik. Lho koq bisa yaa ????, bisa saja wong OS ( baca : Operating System) ini dikembangkan oleh mereka-mereka yang tergabung dalam komunitas yang rela meluangkan waktunya untuk mengembangkan OS ini menjadi sesuatu yang bisa dinikmati dari berbagai kalangan hingga saat ini.

2. Karena sifat fleksiblenya itu mereka yang bertindak sebagi user, administrator maupun developer merasa puas dengan kinerja si pinguin. Anda dapat mengembangkan ataupun sekedar menikmati berbagai fitur di dalamnya sampai anda terlena karena semua anda dapatkan dengan cuma-cuma sekali lagi saya ingatkan bebas / free lho….

3. Anda tidak perlu khawatir harus kemana bila ada beberapa hal yang anda tidak ketahui pada OS ini karena sudah banyaknya official web berupa wiki, media buku elektronik sampai dukungan komunitas melalui  milis (mailing list) maupun forum yang bisa menjawab berbagai pertanyaan anda. Curahkanlah segenap pertanyaan anda di sana, insya Alloh pasti ada jawabannya.

4. Bisakah ia terjangkit virus layaknya OS lainnya ???, jawabannya ialah Bisa sekali, namun karena sifat terbukanya kita dapat mencari dimana letak virus itu berada kalo anda bisa melihat sebuah gelas dengan di isi air mineral yang bening dan mencelupkan sebuah noda di dalamnya pasti anda tahu dimana letak noda tersebut. Itulah sebuah perumpaan untuk menggambarkan sebuah virus yang masuk ke tubuh si Pinguin artinya sia-sia saja karena kita bisa membunuhnya proses nya hingga mendelete sampai ke induknya.

WAIT! There is more to read… read on »

Hirarki Direktori Linux

Posted by zulqarnain on 5 Juli 2010

Berbicara mengenai sebuah operating sytem tidak jauh dari struktur direktori di dalamnya yang memiliki fungsi & peranan masing-masing untuk menunjang berjalannya kebutuhan dari kinerja operating system tersebut. Ada baiknya kita langsung meninjau & menjabarkan peranan masing-masing dari hirarki file system yang tentunya ada pada operating system Linux, langsung di simak :

# / (root)

Direktori ini terletak pada level teratas dari struktur direktori Linux. Direktori root diberi tanda / atau slash. Direktori ini biasanya hanya terdiri dari direktori-direktori lainnya yang terletak pada level dibawah level direktori root, berfungsi untuk menjembatani atau mengakses semua direktori di dalamnya guna mengkustomisasi dari Operating system dimana  user/admin yang memilik akses/privilage yang dapat mengaturnya.

# /bin

Direktori ini berisi program-program yang esensial agar sistem operasi dapat bekerja dengan benar. Dalam direktori ini dapat ditemukan perintah-perintah navigasi, program-program shell, perintah pencarian. Bin adalah singkatan dari kata binary. Di Linux sebuah binary adalah file yang dapat dieksekusi (executable).

Sebagian besar dari perintah dalam UNIX merupakan binary, perintah-perintah tersebut merupakan program-program kecil yang dapat dieksekusi oleh pengguna.

Ada beberapa perintah yang disebut perintah built-in dimana fungsi tersebut dikendalikan oleh program shell, sehingga mereka tidak beroperasi sebagai binary yang terpisah.

Terkadang direktori bin terhubung ke direktori lain yang dinamakan /usr/bin. Direktori /usr/bin biasanya adalah lokasi sebenarnya dari binary-binary pengguna disimpan.Dalam hal ini, /bin adalah gerbang untuk mencapai /usr/bin.

# /dev

Direktori ini berisi berkas-berkas alat (file devices) atau alat I/O. Sistem Linux menganggap semuanya sebagai file (berkas). Monitor, CD-ROM, printer dianggap hanya sebagai sebuah file oleh sistem operasi. Jika Linux memerlukan perangkat-perangkat tersebut maka Linux akan mencarinya ke direktori dev.

WAIT! There is more to read… read on »

NTP on Linux (Ubuntu Distro)

Posted by zulqarnain on 30 Juni 2010

Sebelum lebih jauh dalam mengkonfigurasi NTP di Linux ada baiknya kita sedikit lebih tahu tentang NTP. Kepanjangan dari NTP tersebut adalah Network Time Protocol dimana fungsinya sebagai mensinkronkan waktu yang saling berkorelasi antar sebuah client atau host di dalam lingkup jaringan baik bersifat internal maupun eksternal. Kegunaan NTP sendiri sebenarnya di khususkan bagi mereka yang sangat sarat sekali akan pentingnya sebuah pengaturan waktu secara terpusat untuk beberapa kepentingan seperti dalam akurasi pengiriman data antar server-client bilamana timing antar keduanya tidak sinkron atau tidak sama bisa menyebabkan keterlambatan dalam merespone data / delay yang mengganggu kinerja apalagi tingkat selisih timingnya jauh sekali.

Berikut saya terapkan beberapa konfigurasi yang saya lakukan di dalam mesin Ubuntu saya :

1. Install terlebih dahulu aplikasi NTP services.

# apt-get install ntp

# apt-get install ntpdate

2. Sinkronkan pengaturan waktunya ke arah host atau server timenya dalam hal ini saya mengarahkan ke Server utama saya yang bisa berformat ip address atau alamat host servernya langsung. Begini settingannya :

#nano /etc/ntp.conf

=================================================================================

WAIT! There is more to read… read on »

Nagios On FreeBSD (Dokumentasi seorang Geek)

Posted by zulqarnain on 29 Juni 2010

Kali ini saya ingin membahas instalasi sebuah aplikasi yang diperuntukan untuk memonitoring sebuah host/client dalam lingkup jaringan, baik yang bersifat internal maupunt eksternal (intranet/internet). Aplikasi ini bernama Nagios walaupun sebenarnya banyak sekali software yang bersifat open source yang bisa dijadikan untuk memonitoring sebuah host/client semisal cacti, MRTG & masih banyak lagi yang tentunya bisa anda searching di paman Google.

Berikut settingan dari Nagios di keluarga UNIX :

1. Pastikan anda download dulu source nya di sini. Setelah itu kita buat permission & create direktori untuk menaruh file nagios di sini saya menaruh nagios source pada direktori /usr/local/src/, tidak harus dalam folder tersebut bisa dimana saja karena kebutuhannya hanya untuk kompilasi saja dan tidak lebih atau spesifik :

# pw groupadd nagios

#pw adduser nagios -g nagios -s /nologin -d /dev/null

#mkdir /usr/local/nagios

#chown -R nagios:nagios /usr/local/nagios

2. Sementara itu kita perlu tau juga user dan group yang menjalankan daemon httpd di server kita. Biasanya sudah ada di dalam file httpd.conf. User dan group yang menjalankan httpd di server saya adalah www. Lalu kita jalankan perintah ini:

# pw groupadd nagshell
# pw groupmod nagshell www
# pw groupmod nagshell nagios

3. Setelah anda berhasil mendownloadnya, jangan lupa untuk mengekstraknya terlebih dahulu.

# cd /usr/local/src

#tar -zxvf nagios-3.2.1.tar.gz

4. Masuk ke dalam folder ekstrak file terbal tersebut.

#cd nagios-3.2.1

WAIT! There is more to read… read on »