subscribe to the RSS Feed

Monday, September 6, 2010

Malam terakhir Bulan Ramadhan ( malam laillatul qadar)

Posted by zulqarnain on 5 September 2010

Tidak terasa seiring berjalannya bulan yang penuh berkah di tahun ini (2010), diri pribadi hingga saat ini masih diberi kesempatan untuk menikmati bulan yang penuh berkah yakni bulan Ramadhan. Banyak limpahan rahmat & hidayah pada bulan Ramadhan karena memang  pada bulan ini Sang Khaliq ( Yang Maha Pencipta ) membukakan pintu-pintu langit dengan selebar-lebarnya kepada mereka para hamba-Nya untuk mendapatkan serta mengaharapkan amupunan terhadap segala kesalahan & dosa-dosanya. Adapun penjelasan apa itu malam lailatul qadar berikut saya jabarkan :

Keutamaannya sangat besar, karena malam ini menyaksikan turunnya Al Quran Al Karim yang membimbing orang-orang yang berpegang dengannya ke jalan kemuliaan dan mengangkatnya ke derajat yang mulia dan abadi. Ummat Islam yang mengikuti sunnah Rasulnya tidak memasang tanda-tanda tertentu dan tidak pula menancapkan anak-anak panah untuk memperingati malam ini (malam Lailatul Qodar/Nuzul Qur’an, red), akan tetapi mereka bangun di malam harinya dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah.

Inilah wahai saudaraku muslim, ayat-ayat Qur’aniyah dan hadits-hadits Nabawiyyah yang shahih yang menjelaskan tentang malam tersebut.

1. Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Cukuplah untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar dengan mengetahui bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu bulan, Allah berfirman :
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ﴿١﴾ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ﴿٢﴾ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ﴿۳﴾ تَنَزَّلُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ﴿٤﴾ سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ﴿٥﴾ [القدر: ١ - ٥]
(yang artinya) [1] Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. [2] Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? [3] Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. [4] Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. [5] Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. [QS Al Qadar: 1 - 5]

Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan nan penuh hikmah :
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ ﴿۳﴾ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ ﴿٤﴾ أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ ﴿٥﴾ رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ﴿٦﴾ [الدخان: ۳ - ٦]
(yang artinya) :
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. [4] Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, [5] (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul, [6] sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”[QS Ad Dukhoon: 3 - 6]

2. Waktunya

Diriwayatkan dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bahwa malam tersebut terjadi pada malam tanggal 21, 23, 25, 27, 29 dan akhir malam bulan Ramadhan. (Pendapat-pendapat yang ada dalam masalah ini berbeda-beda, Imam Al Iraqi telah mengarang satu risalah khusus diberi judul Syarh Shadr bidzkri Lailatul Qadar, membawakan perkatan para ulama dalam masalah ini, lihatlah).
Imam Syafi’I berkata : “Menurut pemahamanku, wallahu a’lam, Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab sesuai yang ditanyakan, ketika ditanyakan kepada beliau : “Apakah kami mencarinya di malam hari?”, beliau menjawab : “Carilah di malam tersebut.”. (Sebagaimana dinukil al Baghawi dalam Syarhus Sunnah (6/388).

Pendapat yang paling kuat, terjadinya malam Lailatul Qadr itu pada malam terakhir bulan Ramadhan, berdasarkan hadits ‘Aisyah Radiyallahu ‘anha, dia berkata : Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda : (yang artinya) “Carilah malam Lailatur Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.”. (HR Bukhari 4/255 dan Muslim 1169)

Jika seseorang merasa lemah atau tidak mampu, janganlah sampai terluput dari tujuh hari terakhir, karena riwayat Ibnu Umar (dia berkata) Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda (yang artinya) : “Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya.” (HR Bukari 4/221 dan Muslim 1165).

Ini menafsirkan sabdanya : (yang artinya) “Aku melihat mimpi kalian telah terjadi, maka barangsiapa ingin mencarinya, carilah pada tujuh hari yang terakhir.” (Lihat maraji’ diatas).

Telah diketahui dalam sunnah, pemberitahuan ini ada karena perdebatan para sahabat. Dari Ubadah bin Shamit Radiyallahu ‘anhu, ia berkata Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam keluar pada malam Lailatul Qadar, ada dua orang sahabat berdebat, beliau bersabda : “Aku keluar untuk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam Laitul Qadar, tetapi fulan dan fulan (dua orang) berdebat hingga diangkat tidak bisa lagi diketahui kapan lailatul qadar terjadi), semoga ini lebih baik bagi kalian, maka carilah pada malam 29,27,25 (dan dalam riwayat lain : tujuh, sembilan, lima). (HR Bukhari 4/232).

Telah banyak hadits yang mengisyaratkan bahwa malam Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir, yang lainnya menegaskan di malam ganjil sepuluh hari terakhir. Hadits yang pertama sifatnya umum, sedang hadits kedua adalah khusus, maka riwayat yang khusus lebih diutamakan daripada yang umum, dan telah banyak hadits yang lebih menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar itu ada pada tujuh hari terakhir bulan Ramadhan, tetapi ini dibatasi kalau tidak mampu dan lemah, tidak ada masalah. Maka dengan ini, cocoklah hadits-hadits tersebut, tidak saling bertentangan, bahkan bersatu tidak terpisahkan.

Kesimpulannya :
Jika seseorang muslim mencari malam Lailatul Qadar, carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir, 21, 23, 25, 27 dan 29. Kalau lemah dan tidak mampu mencari ppada sepuluh hari terakhir, maka carilah pada malam ganjil tujuh hari terakhir yaitu 25, 27 dan 29. Wallahu a’lam.

Paling benarnya pendapat lailatul qadr adalah pada tanggal ganjil 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan, yang menunjukkan hal ini adalah hadits Aisyah, Ia berkata :
“Adalah Rasulullah beri’tikaf pada 10 terakhir pada bulan Ramadhan dan berkata : “Selidikilah malam lailatul qadr pada tanggal ganjil 10 terakhir bulan Ramadhan”.

WAIT! There is more to read… read on »

Teknologi Kliring & RTGS

Posted by zulqarnain on 24 Agustus 2010

Rasa penasaran terhadap beberapa istilah perbankan membuat saya ingin tahu terhadap istilah KLIRING & RTGS dimana fitur ini terdapat pada Internet Banking yang saya miliki untuk saat ini dimana saya sering bertransaksi untuk keperluan saya sehari-hari biasanya. Setelah berkelana kedunia maya dan menanyakan pada salah satu search engine terbesar yakni GOOGLE akhirnya dapat juga pengertian tersebut mungkin langsung aja kita bahas kedua pengertian tersebut :

1. KLIRING

Proses pengiriman sejumlah uang lintas BANK tetapi tidak bersifat langsung melainkan melalui pihak lain yakni Bank Indonesia (BI) selaku lembaga independen yang mengatur siklus uang BANK-BANK lainnya yang ada di Indonesia yang kemudian akan diteruskan pengirimannya ke alamat tujuan pengiriman sebenarnya & proses ini juga memakan waktu yang cukup lama bisa sampai 2-3 hari uang baru sampai ke alamat tujuan.

2. RTGS

RTGS (Real Time Gross Settlement) merupakan proses pengiriman uang secara real time  yang artinya uang yang akan kita transfer ke rekening lintas BANK hanya di butuhkan waktu yang tidak lama atau secara singkat uang kita akan sampai sesegera mungkin ke alamat rekening yang dituju. Untuk urusan biaya RTGS lebih mahal dibandingkan dengan Kliring untuk proses transfer uang lintas BANK.

Berdasarkan dari pengertian di atas saya lebih memahami fungsi-fungsi dari fitur tersebut dan membuat pengetahuan di dunia perbankan sedikit bertambah. Bagi pembaca yang ingin bertransaksi khusunya untuk pengiriman sejumlah uang lintas BANK bisa menggunakan fitur di atas & tentunya menggunakan internet Banking yang telah di sediakan oleh Bank anda. Akhir kata selamat bertransaksi…

Refrensi :

- ilustrasi gambar : http://matanews.com/wp-content/uploads/rupiah5.jpg

- http://www.mynakula.net/?p=302

- http://www.bi.go.id/web/id/Tentang+BI/Fungsi+Bank+Indonesia/Status+dan+Kedudukan/

Posting by,

http://zulqarnain.web.id

Bermula dari sebuah impian…

Posted by zulqarnain on 13 Juli 2010

Banyak dari sebuah hasil karya atau penemuan berawal dari yang namanya impian, dengan memilikinya ada sebuah dorongan dari dalam diri untuk bisa mewujudkan sebut saja dari beberapa penemu yang menciptakan / menemukan sesuatu baru seperti lampu, telepon, pesawat terbang & masih banyak lagi yang tidak lain mereka awalnya memiliki sebuah impian. Inilah sebuah urutan jalannya sesuatu yang baru tersebut dapat terwujudkan versus resume saya :

dari sebuah impian menjadi imaginasi
dari sebuah imaginasi menjadi harapan
dari sebuah harapan timbul kemauan
dari sebuah kemauan timbul usaha
dari sebuah usaha terwujud sesuatu hal yang baru

sudahkah anda memiliki impian ???, jika belum ciptakan lah impian tersebut untuk mejadikan diri anda menjadi pribadi yang bermanfaat dari sebuah karya yang anda hasilkan untuk bisa menjadi sesuatu yang bernilai di mata keluarga, teman & orang lain.

good luck..

refrensi :

gambar illustrasi : http://megasavithri.files.wordpress.com/2010/02/dream.jpg

original posted by,

http://zulqarnain.web.id

Solving Problem

Posted by zulqarnain on 11 Juli 2010

Pernahkah anda merasakan hal yang membuat diri anda merasa tidak nyaman, gusar, gundah & sesekali gelisah hingga membebani perasaan serta pikiran. Beberapa hal ini dapat terjadi disebabkan karena sebuah masalah telah ada pada diri anda. Beragam jenis masalah kian silih berganti seiring dengan pekerjaan yang dilakukan apabila anda tidak menyelesaikan masalah tersebut hari ini maka niscaya semakin hari masalah tersebut akan berkembang biak hingga menimbulkan masalah-masalah baru menjadikan pribadi yang tak tegar untuk menjalani segala aktivitas yang berujung peningkatan stress hingga level tinggi.

Penyelesaiannya adalah hadapi segala permasalahan tersebut dengan penuh ketegaran dan bijaksana tidak perlu khawatir akan berbuat salah lagi kuncinya adalah  sebuah kejujuran, keyakinan & selalu berdo’a untuk bisa menyelesaikan permasalahan tersebut. Jikalau kita salah akuilah kesalahan tersebut & sebutkan alasan kenapa anda bisa berbuat kesalahan tersebut. Jangan lari dari masalah karena hal tersebut akan menjadikan beban di kemudian hari lagi & membuat diri semakin terbelakang mentalnya bilamana mendapatkan masalah yang sama.

Untuk ku & untuk mu yang masih memiliki masalah, ingatlah hidup tidak sendiri coba lakukan langkah-langkah yang terurut & terorganisir untuk menghadapi dengan tegar masalah tersebut, cobalah berbuat arif untuk mengambil suatu keputusan, berfikir panjang untuk sebuah keputusan, jangan pernah takut kepada siapa pun untuk mengungkapkan kesalahan jika memang anda yang salah coba untuk anda berani mengambil resikonya tidak lupa untuk berjanji tidak mengulanginya kembali kesalahan tersebut tentunya pada diri anda sendiri & ingat sebagai seorang muslim sejati selalu mengedepankan keyakinan bahwa setiap apa yang dilakukan adalah bernilai ibadah karena hidup ini adalah sebuah ibadah tidak ada henti selama masih di berikan kehidupan di dunia.

Pastikan hal tersebut anda lakukan niscaya beban seberat apapun akan terasa enteng dengan melihat sebuah masalah sebagai motivasi untuk maju ke level selanjutanya dalam prestasi kerja & usaha anda saat ini. Tidak banyak orang yang bisa seperti ini termasuk saya pribadi tetapi bermodalkan tekad & keyakinan mudahan semua masalah yang ada pada diri kita dapat terselesaikan dengan tuntas tanpa menimbulkan masalah baru.

refrensi :

gambar illustrasi : http://2.bp.blogspot.com/_CMNNccvPOvw/Sn2NyYS9CdI/AAAAAAAAAf8/Bwt9GXg29OI/s320/gelisah.jpg

For u & me,

http://zulqarnain.web.id